Ku melihat malam kini semakin berubah, dia tak pernah
memberikan nada – nada indah yang kurindukan,
Kini ku hanya bergelut dengan kebisingan frekuensi tinggi,
tawa mahluk – mahluk malam seakan hanya ada dalam kenangan yang semakin suram.
Mengisi pikiranku dengan kerinduan tuk memadu kasih,
bercumbu rindu, memuntahkan hasrat semakin menantang kegemerlapan yang
mendistorsi mataku selama ini.
Tubuhku yang semakin berontak hanya membuat hasratku semakin
tak terkontrol. Norma, hina, dengki, hingga kebencian seakan menjadi sebuah
kebahagiaan rajutan waktu yang semakin tak beraturan.
Kehampaan ruang hati yang begitu besar mengecilkan pandangan
kehidupan yang begitu megah, dan suara gesekan logam pun tak mampu mengkrucutkan
sudut – sudut yang semakin lancip.
Gumam kehangatan, kecupan, dan kasih saying semakin nyaring
dan puitis terdengar kini, merebahkan kepala dan menghela nafas sembari
memasang tirai pertunjukan yang bertabur bunga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar