Minggu, 25 September 2011

GUMAM


Ku melihat malam kini semakin berubah, dia tak pernah memberikan nada – nada indah yang kurindukan,
Kini ku hanya bergelut dengan kebisingan frekuensi tinggi, tawa mahluk – mahluk malam seakan hanya ada dalam kenangan yang semakin suram.

Mengisi pikiranku dengan kerinduan tuk memadu kasih, bercumbu rindu, memuntahkan hasrat semakin menantang kegemerlapan yang mendistorsi mataku selama ini.

Tubuhku yang semakin berontak hanya membuat hasratku semakin tak terkontrol. Norma, hina, dengki, hingga kebencian seakan menjadi sebuah kebahagiaan rajutan waktu yang semakin tak beraturan.

Kehampaan ruang hati yang begitu besar mengecilkan pandangan kehidupan yang begitu megah, dan suara gesekan logam pun tak mampu mengkrucutkan sudut – sudut yang semakin lancip.

Gumam kehangatan, kecupan, dan kasih saying semakin nyaring dan puitis terdengar kini, merebahkan kepala dan menghela nafas sembari memasang tirai pertunjukan yang bertabur bunga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar